Kepulangan Manohara Libatkan FBI

Setelah melibatkan FBI (Biro Penyelidik Federal dari Amerika Serikat), Kedubes AS di Singapura, dan KBRI, Manohara Odelia Pinot, yang akrab dipanggil Mano, akhirnya bisa kembali lagi ke Tanah Air. Model yang kisah pernikahannya dengan Pangeran Kesultanan Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry diwarnai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu, akhirnya tiba di Ibu Kota, Minggu pagi (31/5).

"Tadi tiba pukul 07.30 WIB. Sekarang di rumah Ibu Daisy," kata pengacara Daisy Fajarina (Ibu Manohara), Yuli Andre Darma.

Yuli menjelaskan, pihaknya memang minta bantuan FBI dan Kedubes AS serta KBRI. "Mereka banyak membantu hingga Mano berhasil pulang ke Indonesia," kata dia. Keterlibatan FBI dan kedubes AS bisa terjadi, karena Manohara mempunyai paspor sebagai warga negara adidaya itu. Ayah Manohara, George Mann, berkebangsaan AS.

Upaya melibatkan Kedubes AS dan KBRI di Singapura, menurut Yuli, dilakukan setelah mendapat informasi dari orang dalam Kesultanan Kelantan bahwa Manohara akan ikut ke Singapura. Tim pengacara lantas berkordinasi dengan Kedubes AS. Tim pengacara dan Daisy Fajarina sebenarnya akan terbang ke Singapura, Kamis (28/5). Namun rencana ini bocor ke Kelantan, keberangkatan pun akhirnya ditunda. "Akhirnya agar tidak mencolok Ibu Daisy dan Dewi (kakaknya Manohara--Red) saja yang berangkat ke Singapura Jumat (29/5). Tentu kita tetap koordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI," tuturnya.

Kisah lolosnya Manohara sendiri, bak cerita sang puteri yang berhasil meloloskan diri dari cengkraman pangeran jahat. Segala upaya dilakukannya untuk bisa kabur dari suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan. Dia harus mandi berlama-lama untuk mengulur-ulur waktu, sampai pintu kamar hotelnya digedor-gedor para bodyguard kerajaan. Dia juga harus meronta dan melawan agar tidak disuntik. Sebelum akhirnya bisa ditolong polisi Singapura, karena memencet-mencet tombol lift.

Mano menceritakan semua itu usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5). Secara rinci dijelaskannya, kesempatan untuk pulang ke Jakarta, berawal saat keluarga Kesultanan Kelantan berkunjung ke Singapura karena Sultan Kelantan terkena serangan jantung. Rencananya, rombongan keluarga itu akan menginap lima hari di Negeri Singa.

Tapi, begitu memperoleh informasi bahwa Daisy Fajarina, berada di Singapura untuk menemuinya, pihak kesultanan pun memutuskan untuk segera kembali lagi ke Kelantan. "Ketika pihak kesultanan tahu ibu mau ke sana, baru satu malam, kita disuruh packing untuk pulang," kata dia. Sementara, Mano sendiri mengetahui kedatangan ibunya dari seorang anggota kerajaan yang baik terhadapnya.

Mengetahui kedatangan sang Ibu, model cantik itupun lantas memasang strategi. Dia melakukan segala upaya untuk bisa meloloskan diri. Awalnya, dia mencoba mengulur waktu agar tidak segera dibawa pulang ke Kelantan dengan mandi berlama-lama. Kamar hotelnya pun di lantai 13, Hotel Royal Singapura sampai digedor-gedor.

Alhasil, upaya itu tak banyak membawa hasil, dia tetap digelandang untuk turun dari kamarnya. Saat akan dibawa ke lobi hotel, para pengawal yang menggiringnya mengetahui sang Ibu berada di lobi, dia lantas dipaksa untuk ke ruangan Sultan Kelantan di lantai tiga. Di ruangan itu, Mano akan dikunci. "Saya sempat mau disuntik tapi saya menolak," ujarnya menceritakan.

Tak kehabisan akal, Mano kemudian memencet-mencet tombol lift sambil teriak-teriak sehingga mengundang perhatian orang banyak sampai akhirnya polisi Singapura pun datang. "Mereka lantas membawa saya ke sebuah ruangan. Tak lama ibu datang. Saya langsung memeluk ibu," tuturnya. Kepada polisi Singapura, Mano minta agar tidak dibawa kembali ke Malaysia. Setelah bertemu Daisy, dia pun dibawa ke bandara lalu berangkat ke Jakarta. Akhirnya, dia tiba kembali di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pukul 07.30 WIB pagi.

Kisah Manohara sempat menggegerkan setelah ibunya, Daisy Fajarina, mengungkapkan model cantik tersebut mendapat kekerasan dari sang suami. Bahkan dada Putrinya tersebut disebutkan sampai disilet-silet. Dia juga menyebut, Manohara diculik dan dipisahkan dari dirinya setelah melakukan umroh. Perempuan cantik itu dibawa paksa pulang ke Kerajaan Kelantan.

Manohara juga menceritakan, sang suami menganggap dirinya seperti properti yang diperlakukan seenak-enaknya.

Manohara akan mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, Dia mengatakan, tidak lagi mencintai sang suami yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada dirinya.

Terkait pengakuan Mano tentang tindak kekerasan yang kerap dilakukan suaminya, Psikiater Dr Mintarsih A Latief menyatakan, Pangeran Tengku Muhammad Fackhry ditengarai menderita kelainan seks. Perbuatan keji sang pangeran, katanya, cenderung bisa bertahan karena dia berada di lingkaran kekuasaan kerajaan.

"Tidak ada yang berani memperingatkan. Padahal perbuatan dia termasuk jenis perilaku seks yang menyimpang," tuturnya.(sk)

Comments :

0 comments to “Kepulangan Manohara Libatkan FBI”

Post a Comment

Artikel Terkait

 
Blogger Indonesia
eXTReMe Tracker

Followers